Selasa, 01 Januari 2013

Ramalan Kiamat Agama Mana lagi yang Mau Dibuktikan??

Kiamat adalah salah satu dari rukun iman dalam Agama Islam. Apabila seorang muslim tidak percaya pada hari kiamat, maka dapat membuat dirinya lepas dari Islam, kafir... Wal'iyadubillah (aku berlindung kepada Alloh).

Tidak semua agama percaya pada kiamat. Saya sendiri belum tahu, apakah ada di setiap agama selain Islam yang mempunyai keyakinan akan hancurnya alam semesta beserta isinya ini? Suatu masa yang seluruh jagad raya akan musnah untuk selamanya...

Sebagai agama yang benar, Islam mengajarkan bahwa alam semesta pada saatnya akan Allah ta'ala hancurkan, dan kehidupan di alam akhirat pun dimulai. Kapan terjadinya hari kiamat? Di dalam Al Qur'an maupun Al Hadits, disebutkan tidak ada suatu makhluk pun yang mengetahui kapan terjadinya.

Hari terjadinya hanyalah Allah saja yang tahu. Karena dialah yang menciptakan alam semesta ini, dan Dia pulalah yang akan menghancurkannya, sebagaimana tertuang di dalam Al Qur'an dan Al Hadits.

Manusia, ternyata ada pula yang mempunyai pikiran bahwa dunia ini akan berakhir. Entah dari mana ia memperoleh pemikiran seperti itu. Beda dengan seorang Muslim, yang meyakini bahwa kiamat pasti terjadi karena berita dari Al Qur'an. Orang-orang di luar Islam memiliki tanggal kapan akan terjadinya hari akhir. Apa yang bisa anda tebak dari ramalan ini? Ya... sudah pasti ramalan yang ada hanya sekedar ramalan. PASTI tidak akan terbukti!! Hari ini tepat 1Januari 2013. Ramalan kiamat yang terakhir adalah pada tanggal 21 Desember 2012 oleh sebuah suku kafir di Benua Amerika. Apakah terjdai kiamat itu? kalau benar terjadi, tidaklah tertulis artikel ini...

Semua orang tidak akan tahu kapan akan terjadinya kiamat. Tapi kiamat PASTI lah akan terjadi, dengan izin Allah. Sekali lagi semua orang tidak akan tahu kapan terjadinya, namun seorang Muslim, dengan kabar dari Sang Pencipta melalui Al Qur'an, bisa mengetahui tanda-tanda akan terjadinya. Antara lain: munculnya bangsa Ya'juj dan Ma'juj, munculnya Dajjal, yaitu manusia bermata pecak yang mengaku sebagai tuhan, munculnya Imam Mahdi yang akan meyelamatkan manusia, dan turunnya Nabi Isa Alaihis salam ke bumi, yang akan membunuh Dajjal, mematahkan salib, dan membunuh babi-babi.

Demikian kiamat dalam Islam, yang mungkin anda pada keyakinan anda sekarang, tidak meyakini adnya kiamat. Ketahuilah, bahwa kiamat itu pasti terjadi, dan setiap kabar dari luar Islam akan kedatangan kiamat, maka 100% pasti tidak akan terjadi. Sumber dari Islam lah yang benar, karena memang Hanya ISLAM lah agama YANG BENAR. Marilah , masuklah anda ke dalam Islam. Islam membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Jangan sampai ada penyesalan saudaraku...




Kamis, 25 Oktober 2012

Haji, Bukti Kebenaran Islam

Hari ini, 9 Dzulhijjah 1433 H. Umat Islam sedunia berkumpul di Padang Arafah, sebagai puncak dari ibadah haji. Wahai pembaca... Akankah anda ragu dengan kebenaran Islam sekarang?

Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di suatu tempat. Mereka berbeda bahasa, berbeda warna kulit, dan berbeda suku bangsa. Namun mereka bersatu di dalam agama yang benar, Agama Islam.

Adakah hal seperti ini pada agama selain Islam?? Inilah bukti nyata bahwa Islam agama yang benar. Islam agama universal. Dianut oleh seluruh manusia di penjuru bumi ini. Dan kini mereka dikumpulkan Allah Ta'ala, agar anda melihat bahwasanya Islam itu agama yang benar...

Selasa, 02 Oktober 2012

Siapakah Orang Kafir Itu?

Ketika bahasa agama (Islam) telah menjadi bahasa nasional, maka akan terjadi kerancuan. Contoh kata almarhum (walaupun penggunaannya belum pas), sebenarnya hanya untuk orang Islam, karena arti kata almarhum adalah "yang di rahmati (disayangi Allah)". Nah, menjadi tidak tepat bila digunakan oleh orang selain Islam (karena dalam Islam, orang selain Islam tidak mendapat rahmat Allah).

Begitu juga kata "kafir". Apakah arti kata kafir ini? Kafir artinya ingkar atau tidak taat kepada perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi orang kafir adalah orang-orang yang mengingkari perintah Allah, yaitu semua orang di luar Agama Islam. 

Ketika seorang Muslim mengatakan kata-kata ini, sangat mengesankan bahwa orang kafir itu adalah orang yang bersalah. Sehingga orang-orang di luar Islam tidak mau dikatakan orang kafir. Setelah membaca arti kafir di atas, semoga orang-orang di luar Islam memahami arti kata kafir. Sehingga bila tidak mau dikatakan kafir, maka masuklah anda ke dalam Islam, karena dalam Islam ada keselamatan.

Lawan kata kafir adalah iman. Iman artinya yakin/percaya. Jika anda tidak mau dikatakan kafir, apakah orang-orang diluar Islam akan mengimani Allah Subhanahu Wa Ta'ala?, iman kepada malaikat-malaikat Allah, iman kepada kitab-kitab Allah termasuk Alqur'an, iman kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, iman kepada, iman kepada hari kiamat??

Maka jelaslah, siapa orang beriman dan siapa yang disebut kafir.




Sabtu, 01 September 2012

Nikmatnya Ber-Islam

Alhamdulillahi robbil 'alamin..

Nikmat-nikmat yang di berikan oleh Allah kepada kita kaum muslimin sangat nyata membuat iri orang-orang kafir, sehingga mereka berupaya agar kaum muslimin tidak mengamalkan agama islam yang kita anut bahkan dengan kelihaian caranya mereka berusaha mengeluarkan kita dari agama Islam, bila kita tidak murtad dibuatnya maka faham kita lah yang akan diracuni dengan pemikiran-pemikiran mereka.

Sesungguhnya sebesar-besar nikmat Allah atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah nikmat Islam. Dimana Allah mengutus kepada kita seorang Rasul dari kalangan kita sendiri, yang telah kita mengenal nasabnya dari sebaik-baiknya nasab.

Allah berfirman : “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum ( kedatangan Nabi ) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. “
(QS. Ali Imran : 164).

Dengan diutusnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, Allah mengeluarkan hamba-hambanya yang terpilih dari kegelapan menuju cahaya, dari kelalaian menuju kesadaran, dari perpecahan menuju persatuan, dari permusuhan menuju persaudaraan, dari kehinaan menuju kemuliaan , dari kehancuran menuju keselamatan, dan dari tepi neraka menuju taman-taman surga.

Allah memilihkan bagi kita agama yang kokoh dan sempurna dalam masalah aqidah, ibadah, muamalah, akhlaq, politik dan sebagainya.
Maka putus asalah upaya musuh – musuh Islam untuk menghancurkan Islam, menyelewengkan serta mengurangi ajarannya. tetapi mereka tidak kapok justru mereka berkembang dengan ide-ide yang lainnya. Akan tetapi Allah berfirman :

“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku- sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan padamu nikmat-Ku, dan telah Ku- ridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah : 3).

Dan sungguh Allah bersaksi atas kesempurnaan agama ini, dan menjadikannya sebagai penutup segala risalah, serta Allah mewajibkannya kepada segenap manusia dan jin untuk mengikutinya pada setiap waktu serta pada setiap generasi. Dan Allah tidak akan pernah menerima amalan hamba-Nya yang beragama kecuali hanya dengan ia beragama Islam.

Allah berfirman : “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran : 85).

Allah juga berfirman : “Sesungguhnya agama ( yang di ridhoi ) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran : 19 )

Allah juga menjamin akan menjaga agama ini dari hawa nafsu orang-orang yang sesat dan dari tangan-tangan musuh Islam yang ingin menghancurkan Islam.

Allah berfirman : “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. “(QS. AT-Taubah : 32).

“Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meski orang-orang kafir benci. “(QS. Ash-Shaff : 8).

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesengguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr : 9).

Dan Allah juga berjanji kepada pengikut agama ini untuk memuliakannya serta menolong dari tipu daya musuh-musuhnya jika mereka beriman dan mengerjakan amal shaleh.

Allah berfirman : “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur : 55).

Sesungguhnya agama ini mempunyai banyak musuh pada zaman pertama kali wahyu diturunkan bahkan pada setiap tempat dan waktu. Dan ini pun sudah termasuk dari sunnatullah, bahwa setiap pembawa kebenaran yang mengamalkan serta menda’wahkannya pasti mendapatkan perlawanan dari pembawa kebathilan dan penyerunya (setan dan bala tentaranya).

Allah berfirman : “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan- syaitan (dari jenismu) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. “(QS. Al-An’am : 112).

“ Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi itu musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” (QS. Al-Furqan : 31).

Ingatlah bahwa mereka berusaha untuk menghalangi kita dari agama kita sendiri, memberikan keragu-raguan pada aqidah kita, serta menimbulkan permusuhan di antara kaum muslimin untuk memecah belahkan kita. Mereka kerahkan segala kemampuan mereka untuk menghalangi kaum muslimin yang akan mempelajari maupun mengamalkan agama. Dan inipun dinyatakan oleh iblis dihadapan Allah, bahwa dia akan menghalangi manusia dari jalan kebenaran dari segala penjuru.

Allah berfirman : “Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar- benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at). “(QS. Al-A’raf : 16-17).

Allah berfirman : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). “Dan sesungguhnya jika kamu mau mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al- Baqarah : 120).

Oleh karena itu kita sebagai kaum muslimin wajib untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah tersebut, mengakui serta menjaganya, niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita. Akan tetapi tatkala kita mengingkari nikmat Allah kepada kita dari ni’mat yang besar ini, Allah akan menggantikannya dengan adzat-Nya yang pedih.

Allah berfirman : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. “(QS. Ibrahim : 7).

Kita minta kepada Allah agar kita di beri kemudahan untuk bersyukur kepada-Nya dan juga kita meminta kepada-Nya untuk menjaga agama kita, serta kita memohon agar meninggal kelak dalam keadaan tetap memeluk agama Islam. Dan bagi anda yang belum ber-Islam, segeralah memleluk Islam. Amin Ya Rabbal ‘alamin.

Wallahu a’lam bish shawab.

Selasa, 28 Agustus 2012

Hari Raya Idul Fitri

Bismillah...
Bulan ini adalah Bulan Syawal. Umat Islam sedunia merayakannya. Gema Takbir, Tahmid, dan Tahlil berkumandang silih berganti di bumi Allah ini. Sebuah syiar Islam, sebagai bukti KEBENARAN Islam.

Hari raya yang yang didapat tidak secara "garatisan", sebagaimana umat-umat lain berhari raya. Umat Islam menjalankan ibadah Puasa selama sebulan penuh, sebagai pondasi Islam yang wajib dikerjakan. Setelah itu, wajarlah bila mereka bersuka ria merayakan hari raya bersama-sama. Hari raya yang tidak didapat di agama selain Islam.
Nampaklah...bahwa Islam adalah agaama yang BENAR. Semoga menjadi hidayah bagi anda yang belum berIslam. Aamiin...

Jumat, 20 Juli 2012

Pondasi Islam yang Bernama Puasa Ramadhan

Hari ini ( Jum'at, 20 Juli 2012) adalah hari terakhir bulan Sya'ban. Setelah matahari terbenam, bulan Ramadhan tiba. Suatu ibadah yang semua manusia, tanpa melihat agamanya mempunyai bentuk ibadah seperti ini.

Namun dalam Islam, puasanya lebih manusiawi. Tidak memberatkan. Dan selain tidak makan dan minum, seluruh anggota badan juga ikut berpuasa melawan hawa nafsu. Sehingga, ditempa selama sebulan penuh, akan lahir manusia-manusia yang taat dan patuh kepada tuhannya, yakni Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Agama yang indah...

Sabtu, 07 Juli 2012

Indahnya Meniti Kehidupan di Atas Agama Islam


Betapa indahnya agama Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Syari’atnya memperhatikan hubungan antara hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta’Ala sang Pencipta, memposisikanNya sebagai tumpuan dalam hidup ini, berserah diri kepadaNya, tunduk dan patuh kepadaNya, memurnikan ibadah hanya untukNya, dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun.
                Demikian pula memperhatikan hubungan antara hamba dengan sesamanya, dengan cara menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, menyantuni yang lemah, membantu orang yang tertimpa musibah, menyambung silaturahmi, menjaga hubungan baik dengan tetangga, memuliakan tamu, jujur dalam berbuat dan berkata, dan lain sebagainya. Syari’at yang bersifat adil dan tepat, tidak berlebihan dan juga tidak bermudahan dalam segala aspeknya.
                Bandingan dengan jalan yang anda tempuh saat ini. Apakah sama dengan ajaran agama Islam yang sempurna?